Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (4491)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (2026)   KOMUNITAS Kota Palu (15089)   Opini Pendidikan (2581)Politik (3099)Sekolah (513)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1632)UNIVERSITARIA (502) Semua Kategori 42751  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
PENGADILAN TIPIKOR, 2014, Telah Sidangkan 35 Kasus

PALU, MERCUSUAR – Periode bulan Januari hingga 6 Juni 2014, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Palu telah menerima dan menyidangkan 35 kasus dugaan korupsi yang terjadi di wilayah Provinsi Sulteng.

Demikian diungkapkan oleh Humas PN Palu Rommel F Tampubolon SH pada wartawan, pekan lalu.
Dijelaskannya, dari 35 kasus dugaan korupsi yang teregister tahun 2014 di Pengadilan Tipikor Palu, dua kasus telah divonis. Kedua kasus tersebut, terdakwanya masing-masing Syamsir dan A Tubagus BM Azis.
Sementara kasus-kasus lainnya, masih dalam proses persidangan. “Terdakwa Tubagus ini diputus (vonis) pekan lalu (Kamis, 5/6/2014),” tutur Rommel.

Ke 35 kasus dugaan korupsi itu, katanya, berasal dari sembilan Kejaksaan Negeri (Kejari), yakni Kejari Ampana di Kabupaten Tojo Unauna (Touna), Kejari Palu, Kejari Parigi Moutong (Parmout) dan Kejari Banggai Kepulauan (Bangkep). Kemudian Kejari Buol, Kejari Luwuk di Banggai, Kejari Tolitoli, Kejari Donggala serta Kejari Poso.

Rician perkara dari setiap Kejari, masing-masing Kejari Ampana tiga kasus, Kejari Palu tujuh kasus, Kejari Bangkep dua kasus dan Kejari Buol dua kasus. Selanjutnya, dari Kejari Luwuk empat kasus, Kejari Tolitoli enam kasus, Kejari Poso satu kasus, Kejari Donggala tujuh kasus serta Kejari Parigi tiga kasus. “Jumlah ini (35 kasus) masih akan bertambah, karena saat ini baru memasuki pertengahan tahun 2014,” katanya.
Terkait apakah jumlah kasus yang ditangani Pengadilan Tipikor Palu tahun 2014 akan mengalami penambahan dibanding tahun sebelumnya (2013), Rommel belum dapat memprediksinya. Namun melihat perbandingan kasus yang teregister hingga awal Juni 2014 telah 35 kasus, sedangkan sepanjang 2013 sebanyak 59 kasus, artinya 2014 ada peningkatan jumlah kasus. “Pastinya, diketahui nanti akhir tahun (bertambah atau berkurang),” tutup Rommel.AGK

  
Item #4785-42797 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #