Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (5066)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (2216)   KOMUNITAS Kota Palu (16326)   Opini Pendidikan (2581)Politik (3244)Sekolah (821)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (2088)UNIVERSITARIA (809) Semua Kategori 47913  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
Tarik Minat Pengunjung, Benahilah Museum

Pada lomba karya tulis ilmiah antar SMA se Kota Palu dalam memperingati Hari Pahlawan yang bertema Museum Sulteng, banyak siswa membahas permasalahan museum yang terjadi selama ini. Mereka menilai museum harus dibenahi guna menarik minat pengunjung.
Laporan: Rustam

Pada lomba tersebut banyak hal yang menarik untuk kita ketahui dan pecahkan bersama karena siswa membuat karya tulis ilmiah sesuai dengan penelitian langsung dilapangan. Sehingga mereka menemukan langsung berbagai kendala yang ada pada Museum Sulteng yang merupakan kebanggaan kita bersama.
Kita ketahui bersama museum merupakan tempat penyimpanan barang-barang bersejarah baik berupa benda maupun adat istiadat. Museum juga merupakan tempat wisata, tempat mencari informasi dan pusat pembelajaran sejarah. Sehingga jika masih banyak permasalahan yang ditemukan maka museum tersebut belum mampu untuk menarik minat masyarakat mengunjungi meseum.

Banyak permasalahan yang diangkat siswa dalam lomba penelitiah ilmiah tersebut, diantaranya bagai mana menarik minat pengunjung dan masih kurangnya fasilitas di museum. Beberapa tanggapan dan saran siswa mengenai peningkatan kualitas museum kedepannya dalam menarik minat masyarkat.
“Untuk menarik minat pengunjung museum masih perlu berbenah diri seperti harus ada pengadaan penangkaran flora dan fauna ciri khas daerah Sulteng. Itu memberikan nilai lebih kepada pengunjung karena selain mereka bisa melihat peninggalan sejaran di Sulteng, mereka juga bisa langsung melihat flora dan fauna ciri khas Sulteng,” kata Rahmat perserta dari SMA Labschool Untad Palu, Senin (10/11/2014).
Selain itu Rahmat menambahkan museum Sulteng perlu memiliki media tiga dimensi untuk menjelaskan secara rinci manfaat dan kegunaan seluruh barang yang ada di museum. Itu karena selama ini museum hanya mengandalkan tulisan kecil yang dilampirkan pada benda-benda di museum. Jadi pengunjung harus mencari tau sendiri kejelasan selanjutnya mengenai benda tersebut.

Sementara itu, Andi Nurul Hasanah Bestari peserta dari SMA Alazar Palu mengatakan banyak permasalahan terjadi di museum yang menyebabkan kurangnya pengunjung selama ini. “Beberapa kendala yang saya temukan seperti masih kurangnya fasilitas di museum, seperti tempat duduk, tempat sampah dan pembimbing museum yang bertugas untuk menjelaskan kepada seluruh pengunjung,” kata Andi Nurul Hasanah Bestari.

Dengan kurangnya fasilitas tersebut membuat pengunjung tidak betak untuk berlama-lama di museum. Bukan hanya itu karena kurangnya temapat sampah maka pengunjung akan membuang sampah sembarangan. Sehingga museum jadi kotor dan seperti tidak terawat, padahal museum harus selalu bersih.

“Sementara untuk petugas pembimbing museum itu sangat penting karena para pengunjung biasanya ingin mencari informasi maupun pembelajaran. Sementara jika mereka tidak dibimbing maka tidak banyak informasi yang mereka dapatkan. Untuuk itu membuat pengunjung malas untuk datang kedua kalinya,” tuturnya.

Dengan beberapa kritik dan saran para siswa tersebut semoga bisa menjadi masukan buat pengurus museum dan pemerintah untuk bisa berbenah agar bisa menarik minat pengunjung museum tersebut. ***

  
Item #4785-47959 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #