Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (3720)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (1861)   KOMUNITAS Kota Palu (12871)   Opini Pendidikan (2561)Politik (3098)Sekolah (157)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1268)UNIVERSITARIA (132) Semua Kategori 36536  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
Jembatan Palu I Rawan Ambruk

PALU, MERCUSUAR – Jembatan Palu I yang menghubungkan antara Jalan Gaja Mada di Kelurahan Ujuna Kecamatan Palu Barat dengan Jalan Hasanuddin di Kelurahan Lolo Utara Kecamatan Palu Selatan, dianggap sudah tak layak untuk dilalui kendaraan roda dua dan roda empat karena rawan ambruk.
Jembatan yang diresmikan oleh Sultan Hamengkubuwono IX pada 1976 itu, kondisinya sudah mulai rusak dimakan usia sehingga berpotensi membahayakan keselamatan jiwa pengedara sepeda motor dan kendaraan roda empat. Walau dari sisi desain, jembatan yang telah berusia 38 tahun tersebut sebenarnya dirancang untuk jangka waktu 50 tahun.

Hal itu berdasarkan hasil identifikasi kerusakan jembatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan konstruksi yang digelar oleh Balai Konstruksi Wilayah IV, Jumat (25/10/2013). Pelatihan tersebut dihadiri Guru Besar Spesifikasi Jembatan, Andi Indiryanto.

Kerusakan yang dijabarkan pada hasil presentase kelompok I dengan judul makalah ‘Investigasi Standar dan Kerusakan pada Jembatan Palu I’ menyebutkan bahwa telah terjadi penggerusan pada daerah abdomen jembatan. Karena di sekitar jembatan tersebut sering dilakukan pembakaran oleh warga. Begitu juga gelagar jembatan pada arah timur telah terjadi pengeroposan akibat pengikisan, beton jembatan sudah keropos sehingga kekuatan beton sudah berkurang.

Sedangkan hasil identifikasi kerusakan pada jembatan Palu I yang dilaksanakan oleh Kelompok II, menyebutkan bahwa telah terjadi kerusakan pada bleeding di ruas tengah jembatan di plat lantai jembatan. Adapun Kelompok III mempresentasekan analisa kelayanan dan kelayakan jembatan. Hasilnya, menyebutkan jika jembatan Palu I memang kondisinya sudah tidak layak karena lalulintas harian rata-rata (LHR) kendaraan sudah padat sehingga memungkinkan umur jembatan akan cepat rusak.

Namun oleh Bambang Sihaan, perwakilan dari Balai Pelatihan Wilayah IV Makassar mengatakan jika kondisi jembatan Palu I, kerusakannnya bukan pada strukturnya sehingga masih kuat menopang beban untuk beberapa waktu. Hanya saja perlu ada pemerliharaan secara berkala untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Misalnya pada bleeding, plat lantai jalan masih bisa ditempel, begitu juga beton yang keropos antisipasinya dibangun beronjong dan di sepanjang sisi gelagar perlu dibangun dinding pengaman untuk menetralisir arus yang terlalu kuat.

Namun pada intinya, Bambang sepakat jika jembatan Palu I sudah tak layak lagi, terutama lebar badan jembatan. Hanya saja jika dilakukan pelebaran, butuh biaya. Tak heran jika mencuat usulan arus transportasi ke arah jembatan dibuat satu jalur supaya kendaraan tidak menumpuk pada ruas tengah jalan yang bisa memperparah kondisi kerusakan jalan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulteng Syaifullah Djaffar belum bisa memberikan komentar karena belum mengetahui hal itu. Ia berjanji akan meninjau langsung jembatan tersebut agar bisa dilakukan identifikasi kerusakannya. SAH

  
Item #4785-36582 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #