Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (3739)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (1861)   KOMUNITAS Kota Palu (12944)   Opini Pendidikan (2561)Politik (3098)Sekolah (166)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1268)UNIVERSITARIA (136) Semua Kategori 36689  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
 
 
Penjual Kacang Dipa Menuju Diva KDI

Tak banyak yang tahu bagaimana latar belakang kehidupan Ayungsih kontestan KDI Star asal Sulteng yang tengah naik daun di pentas KDI Star 2010 beberapa pekan ini. Dibalik ketenaran dan popularitas yang tengah diburunya, selain menjadi penyanyi di pesta pernikahan dari desa ke desa, anak keempat dari 10 bersaudara ini ternyata adalah penjual Kacang Dipa dan penjaja ikan air tawar hasil tangkapan orang tuanya.

Laporan: M TEZAR ABDUL GANI

PENGHASILANNYA selama ini menjadi penyanyi pesta di desa-desa, selain untuk biaya sekolahnya ternyata juga menjadi salah satu tumpuan ekonomi keluarga. Tabiat berdiam diri di dalam rumah jika tak ada panggilan menyanyi menjadi salah satu ciri santriwati tamatan Aliyah Pewunu ini.
“Kalau tidak ada panggilan menyanyi pesta, Ayu biasanya hanya di rumah saja. Tidak jarang dia menjual Kacang Dipa hasil buatan mamanya hanya untuk mencukupi pendapatan saya selaku kepala keluarga. Dia tidak pernah malu, bahkan sewaktu saya masih jadi tukang strom ikan di kuala (sungai_red) dia yang jual hasilnya,” ungkap Nurdin ayah Ayuningsih dengan mata berkaca-kaca.
Di matanya selaku kepala keluarga, diantara 10 bersaudara, hanya Ayu yang terlihat agak sedikit berbeda dengan saudaranya yang lain. Itulah sebabnya, meskipun dengan keterbatasan ekonomi keluarga, Nurdin tetap memaksakan Ayu untuk terus sekolah dan mengasah potensi yang dimilikinya.
“Anak satu ini tidak sama dengan saudara saudaranya yang lain. Itulah sebabnya, meskipun dengan pendapatan sehari yang juga hanya cukup untuk makan satu hari, saya tetap berusaha menyekolahkan Ayu sampai bisa kuliah di STAIN meskipun hanya bisa sampai semester II. Saya juga selalu mendorong Ayu untuk tetap berlatih mengembangkan potensinya sebagai penyanyi. Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan masyarakat Sulawesi tengah, Ayu bisa lolos sampai di Jakarta,” ujar lelaki yang saat ini beralih profesi menjadi penebang pohon kelapa itu.
Masih menurut Nurdin, keberangkatan pertama Ayu untuk mengikuti Audisi di Kota Makassar juga atas inisiatif dirinya agar apa yang dicita-citakan putrinya itu dapat terwujud. “Waktu berangkat pertama itu saya yang inisiatif sendiri, karena kemauan Ayu sangat keras dan harus dipenuhi. Waktu itu tidak ada bantuan sepeserpun dari pemerintah, saya berhasil kumpulkan dia uang Tiga juta untuk semua biaya keperluan di sana. Alhamdulillah dia lolos di Makassar dan bisa tembus sampai ke Jakarta. Setelah itu saya carikan lagi mamanya uang untuk ke Jakarta temani dia selama beberapa hari,” kata Nurdin mengharapkan agar masyarakat Sulawesi Tengah dapat terus mendukung Ayu mengharumkan nama Sulawesi tengah di Pentas musik dangdut tanah air.
Tak banyak lagi yang bisa diungkapkan oleh lelaki tumpuan ekonomi keluarga Ayu ini. Ia hanya berharap, kelak ketika Ayu sukses di Jakarta, Ayu masih mau pulang ke kampung halamannya dan menghibur sanak family serta keluarganya. Nurdin berharap masyarakat Sulteng terus memberikan dukungannya kepada anak kesayangannya. ***

  
Item #25766-36735 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #