Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (3739)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (1861)   KOMUNITAS Kota Palu (12944)   Opini Pendidikan (2561)Politik (3098)Sekolah (166)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1268)UNIVERSITARIA (136) Semua Kategori 36689  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
Honorer Belum Tentu Jadi CPNS

RATUSAN ribu tenaga honorer daerah kategori I telah diusulkan ke pusat untuk diverifikasi dan validasi, namun semuanya belum tentu akan diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS).


Demikian diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Humas Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Tumpak Hutabarat, saat memfasilitasi audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam di Ruang Data lantai 2 Gedung I BKN Pusat Jakarta, beberapa waktu lalu.
Tumpak Hutabarat menjelaskan bahwa verifikasi dan validasi terhadap tenaga honorer kategori I, telah dilakukan BKN dari aspek kepegawaian dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dari aspek anggaran.

Selanjutnya, BKN akan mengumumkan tenaga honorer kategori I, yang memenuhi kriteria (MK) dan tidak memenuhi kriteria (TMK), setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang baru tentang tenaga honorer. PP tentang tenaga honorer ini akan menjadi payung hukum bagi BKN dalam menyelesaikan permasalahan tenaga honorer.
Sedangkan, untuk tenaga honorer kategori II, akan diadakan tes sesama tenaga honorer kategori II. Untuk penerimaan PNS daerah, pihak pemerintah daerah (pemda) kabupaten/kotamadya antara lain harus mempertimbangkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan kebutuhan instansi-instansi pemerintah.

Terkait dengan pengusulan nama-nama honorer ke pusat, Kabid Data dan Informasi BKD Sulteng, Farid Lembah, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil verifikasi dan validasi data. “Kami masih tunggu hasilnya, katanya sudah di meja presiden,” kata Farid panggilan akrabnya, kemarin (26/7).
Sayang saat ditanya mengenai jumlah tenaga honorer yang telah diusulkan ke pusat, dirinya tidak dapat menjelaskan secara rinci. “Saya tidak terlalu hafal soal jumlahnya, ini masih di Bandung,” kata Farid.

Sekadar diketahui, untuk Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) telah mengusulkan 314 tenaga honorer yang masuk katagori (MK-1) dari 358 tenaga honorer yang terdaftar di data base Pemkab setempat. Pengusulan tersebut untuk menindaklanjuti surat ederan Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 5 Tahun 2010 tentang Verifikasi dan Validasi Tenaga Honorer se Indonesia.
Untuk diketahui, saat ini ada 47 ribu tenaga honorer MK-1 yang dibiayai APBN/APBD, tinggal menunggu penetapan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), EE Mangindaan untuk diangkat CPNS.

Adapun untuk tenaga honorer kategori II (MK-2) yang tidak dibiayai APBN/APBD, dan telah memenuhi syarat untuk mengikuti pengangkatan CPNS pada tahun 2012, sebanyak 600 ribu honorer. Berbeda dengan honorer MK-1 yang langsung diangkat CPNS, untuk MK-II harus terlebih dahulu mengikuti seleksi sesama honorer. Selanjutnya yang dinyatakan lolos seleksi baik tes tertulis, psikotes maupun kesehatan akan diangkat CPNS. Sedangkan yang tidak lolos seleksi diberikan kesempatan mengikuti jalur pegawai tidak tetap (PTT).

  
Item #22147-36735 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #