Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (3743)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (1861)   KOMUNITAS Kota Palu (12973)   Opini Pendidikan (2561)Politik (3098)Sekolah (167)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1268)UNIVERSITARIA (140) Semua Kategori 36744  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
Haul Guru Tua Dihadiri Ribuan Ribuan Abnaul

PALU, MERCUSUAR – Ribuan orang memadati Jalan Sis Aljufri Palu, tepatnya depan Masjid Al-khairat, kemarin (1/10). Mereka mengikuti peringatan Haul (peringatan wafatnya) Sayed Idrus bin Salim Aljufri yang dikenal dengan nama Guru Tua yang ke-41.
Acara itu digelar setiap tahun dan dihadiri oleh warga Al-khariaat (abnaul khairaat) yang tergabung dalam pengurus, pelajar, alumni dan simpatisan Al-khairaat dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Setiap acara Haul ini diadakan, dihadiri pejabat, tokoh, ulama lokal maupun nasional.
Di tahun ini, pejabat, tokoh, dan ulama yang hadir di antaranya, Dr Salim Al-Jufri (Duta Besar RI untuk Arab Saudi) , Fadel Muhammad (Gubernur Gorontalo), Quraish Shihab (Penulis Tafsir Al-Misbah), Mukhyir Akbar (Sekprov Maluku) dan Walikota Ternate.
Sementara Menpora Adiyaksa Dault yang direncanakan hadir tidak tampak dalam acara. Hadir pula dalam acara itu, Kapolda Sulteng (Brigjen Pol Suparni Parto), Wakil Gubernur Sulteng (Ahmad Yahya), Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng (Nurhamid), dan Bupati Donggala (Habir Ponulele.
Dalam ceramahnya, Quraish Shihab menjelaskan secara mendalam tentang maksud dari dipilihnya nama Al-khairaat oleh Guru Tua. Menurutnya, kata Al-khairaat berarti kebaikan memiliki makna yang sangat luas. Khair asal kata dari Al-khiraat bisa bermakna baik dalam ucapan, baik dalam perbuatan, dan sebagainya.
Menurutnya, Guru Tua memilih nama Al-Khairaat karena ingin menghimpun segala kebaikan itu. “Walaupun saya belum pernah ketemu dengan beliau, saya yakin beliau adalah orang baik,” kata Quraish Shihab.
Ungkapan itu dikatakannya, karena ia melihat langsung banyak orang yang mengikutinya dan hari ini hadir untuk memperingati Haulnya. Menurutnya, kebaikan yang terpancar dari Guru Tua bisa saja bukan hanya karena penjelasannya, tetapi kebaikan itu bisa saja terpancar dari wajahnya serta tingkah lakunya. “Sehingga orang mengerti dengan kebaikannya, lalu mengikutinya,” terangnya. Lanjut Quraish, banyak jalan untuk mendapatkan kebaikan. Guru Tua salah satunya hendak mengantar kita melewati jalan-jalan kebaikan.
Selanjutnya, Salim Aljufri mengajak masyarakat dalam memperingati Haul Guru Tua untuk memperbanyak melakukan kebaikan. “Marilah kita senantiasa memperbanyak berbuat baik, untuk menghilangkan kejahatan,” ujar Dubes RI ini sembari mempraktikkan menyiram segelas kopi dengan air, hingga warna kopi dalam gelas menjadi jernih kembali. Ia memberi perumpamaan kopi sebagai kejahatan, air sebagai kebaikan.
Setelah sambutan dari Fadel Muhammad selaku Ketua Yayasan Al-khairaat, Ahmad Yahya, dan Ketua Utama Alkhairaat (Habib Seggaf Aljufri) sekitar pukul 12.00 Wita jama’ah melakukan tahlil dan makan siang bersama. Setelah itu para jama’ah yang datang beramai-ramai berziarah ke makam Guru Tua di belakang Mesjid Al-khairaat. SAF

  
Item #35299-36790 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #