Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (4189)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (2025)   KOMUNITAS Kota Palu (14356)   Opini Pendidikan (2581)Politik (3099)Sekolah (341)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1444)UNIVERSITARIA (337) Semua Kategori 40548  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
ANDI MUHAMMAD LOLOS,Rekomendasi IDI Tak Bergigi

PALU, MERCUSUAR– Keputusan KPU Morowali meloloskan Andi Muhammad menjadi calon bupati Morowali untuk periode 2012-2017, membuat rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulteng terkesan tak bergigi.

Keputusan KPU Morowali bernomor 11/ KPUD/ KPTS/X/2012 tertanggal 11 Oktober 2012 tersebut, sangat bertolak belakang dengan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Tim Dokter dari IDI wilayah Sulteng. Tim dokter menyatakan mantan bupati Morowali tersebut tidak lolos tes kesehatan.

Dalam surat keterangan hasil pemeriksaan kesehatan yang diketuai Dr HA Mukramin Amran Sp. Rad, diketahui Andi Muhammad tidak bisa dicalonkan karena sakit dan jika terpilih tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai kepala daerah. Catatan medik juga menyebutkan, bahwa pria berusia 64 tahun ini menderita penyakit jantung dengan gangguan fungsi jantung, sehingga dapat menghambat kemampuannya dalam menjalankan tugas.
“Dinyatakan tidak mampu secara rohani dan atau jasmani melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai bupati Kabupaten Morowali,” demikian isi surat keterangan tersebut yang ditandatangani oleh Mukramin Amran.

Bahkan, catatan medik ini telah dikantongi oleh Tim pasangan bakal calon Bupati dan wakil Bupati Morowali dari jalur perseorangan, Mardiman Sane-Ramadhan Satoring, dan akan diajukan kepada penyidik kepolisian sebagai barang bukti. Pengajuan barang bukti tersebut sebagai tindaklanjut laporan dugaan Ketua KPU Morowali HMA Baduddin dan tiga anggotanya menyalahgunakan wewenang dalam penetapan Andi Muhammad AB sebagai calon bupati Morowali periode 2012-2017. Mardiman Sane, Kamis (18/10), melaporkan kasus ini ke Polda Sulteng.

Intinya, Ketua KPU dan tiga anggotanya dituduh meloloskan kandidat yang tidak bersyarat sehat sebagaimana keterangan dari tim dokter yang ditunjuk sendiri oleh lembaga penyelenggara Pemilu tersebut. Sikap KPU ini dinilai tidak sesuai Pasal 58 ayat 1 huruf e UU Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 12 Tahun 2008 jo Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2010.

Calon Bupati Andi Muhammad yang dikonfirmasi melalui salahsatu anggota Tim Pemenangannya, Atha Mahmud, Minggu (21/10) sore, mengatakan, ada dua hal yang berbeda untuk masalah ini. Pertama, hasil pemeriksaan kesehatan memang mendeteksi bakal calon Bupati Andi Muhammad kesehatannya bermasalah sehingga direkomendasikan perlunya berobat ke dokter spesialis penyakit dalam. Kedua, ada format dari KPU Model BB5-KWK yang memvonis Andi Muhammad tidak mampu secara rohani dan jasmani. “Untuk yang pertama, Pak Andi sudah melaksanakan dengan mengunjungi dokter ahli di RS MH Thamrin Salemba Jakarta, seperti yang dianjurkan oleh dalam rekomendasi Tim Pemeriksa Kesehatan Khusus dan hasilnya sudah kami serahkan secara resmi kepada KPU Morowali,” tulis Atha Mahmud dalam pesan singkat yang diterima redaksi.
Olehnya, dalam pandangan Atha Mahmud, keputusan KPU Morowali (meloloskan Andi Muhammad) sudah sesuai dengan mekanisme yang ada.

Lain halnya disampaikan Abdul Aziz, salahsatu anggota Tim Pemenangan Andi Muhammad-Saiman Pombala (Aman di Hati) ketika dikonfirmasi. “Konfirmasinya KPU pak,” imbuhnya melalui pesan singkat yang diterima.
Ketua KPU Morowali HMA Baduddin dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (21/10) , hingga berita ini naik cetak belum memberi jawaban.

DI PTUN PALU

Selain melaporkan HMA Baduddin selaku ketua KPU Morowali ke Polda Sulteng dalam dugaan tindak pidana, Mardiman Sane juga membawa kasus ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palu. Dalam pengajuan gugatan perdata, Mardiman Sane meminta kepada hakim PTUN Palu, salah satunya membatalkan keputusan KPU Nomor 11/ KPUD/ KPTS/X/2012 tertanggal 11 November 2012 tentang penetapan lima pasangan cabup/ cawabup.

Madiman Sane didampingi bakal calon wakil bupati Ramadhan Satoring mendaftakan perkara ini ke PTUN Palu Jalan Moh Yamin, Kamis, (18/10). Dalam keputusan KPU tersebut, salah satu kandidat bupati dinyatakan tidak lolos tes kesehatan oleh tim dokter dari IDI Sulteng.
Bukan hanya Mardiman Sane yang menggugat KPU Morowali di PTUN Palu, namun kandidat lainnya yang juga tidak diloloskan oleh KPU yakni pasangan Cristian Rongko dan wakilnya Hasan Basri Amir mengajukan permohonan yang sama ke PTUN Palu.

Melalui kuasa hukumnya Gunawan Rubana, Bacabup-Bacawabup usungan Partai Barnas dan 11 partai non seat ini telah mengajukan permohonan gugatan di PTUN Palu sejak Rabu (17/10), sehari sebelum Mardiman Sane mengajukan permohonan yang sama ke PTUN. Jika permohonan Cristian Rongko dan wakilnya Hasan Basri Amir dikabulkan oleh pengadilan, maka Pemilukada Morowali yang dijadwalkan 27 November mendatang ini, terancam tertunda.

Dia mengklaim, jumlah dukungan suara partai pengusung telah mencapai syarat yakni 15% dari suara sah dalam Pemilu 2009. Kliennya, kata dia memiliki bukti dukungan 12 partai tersebut.

Informasi yang beredar, Ketua KPU Morowali dan tiga anggotanya memaksakan meloloskan kandidat tersebut. Pleno KPU penetapan kandidat ini pun terpaksa dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali karena Baduddin dikabarkan sakit. Kendati Ketua KPU Baduddin sakit, keputusan tetap diambil.

Tak semua anggota KPU Morowali setuju dengan sikap Baduddin. Salah satu anggotanya Harun Nyak Itam yang meninggalkan rapat pleno dan memilih tidak mau menandatandatangani keputusan pleno tersebut.ZAL/DIN

  
Item #18578-40594 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #