Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (4308)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (2025)   KOMUNITAS Kota Palu (14625)   Opini Pendidikan (2581)Politik (3099)Sekolah (396)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1527)UNIVERSITARIA (398) Semua Kategori 41363  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
 
 
PENIPUAN VIA ONLINE, Satu Ditangkap, 14 Buron

PALU, MERCUSUAR – Ditreskrimsus Polda Sulteng berhasil mengungkap sindikat penipuan via online yang merupakan jaringan antarprovinsi, dengan menangkap tersangka inisial AM selaku koordinator.

Selain itu, polisi juga memburu 14 tersangka lainnya yang merupakan anggota dari AM.
“Ke 14 tersangka penipuan via online ini masih keluarga tersangka, ada om, kakak serta adik tersangka. Mereka diperkirakan melarikan diri ke Kalimantan maupun Jawa,” tutur Kasubdit II Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Sulteng, AKBP Amin Rovi SH, saat gelar kasus itu, Senin (5/11).

Sindikat penipuan via online itu, sambungnya, beroperasi diantaranya daerah Madiun, Tulungagung, Banten, Semarang dan Bandung. Namun komplotan AM, beroperasi di wilayah Sulteng.

Dalam menjalankan operasinya, sindikat itu menyesuaikan dengan jam kerja perbankan serta menggunakan fasilitas handphone (Hp) Samrtfren kode area Jakarta. “AM telah melakukan aksinya sekitar dua tahun. Sejauh ini, korban di Sulteng baru satu orang yang melapor, yakni Hj Rusmi Widayati,” kata Amin.
Menurut Amin, tersangka AM ditangkap di Kalose, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 23 Oktober 2012 lalu, oleh tim Polda Sulteng bekerjasama dengan tim cyber Polda Sulsel.
Berawal adanya laporan polisi nomor: LP/308/X/2012/SPKT di sentra pelayan kepolisian terpadu Polda Sulteng pada 18 Juli 2012 oleh korban Hj Rusmi Widayati. Ketika itu, korban mengaku telah mengirimkan uang sejumlah Rp108 juta untuk biaya adminstrasi, karena menjadi pemenang kegiatan Telkom Pusat Jakarta dan memperoleh satu unit mobil.

Namun setelah seluruh biaya adminstrasi ditransfer ke rekening yang diberikan tersangka, nomor Hp yang digunakan menghubungi korban, sudah tidak aktif. “Modusnya, salah seorang anggota AM mengaku karyawan Telkom menghubungi korban secara acak dengan panduan buku yellow page Telkom Indonesia, memberitahukan bahwa korban menjadi pemenang undian Telkom Pusat. Selanjutnya, korban diberikan nomor telepon pimpinan Telkom, yakni AM, serta meminta untuk menghubunginya (AM), untuk mengetahui hadiah yang diperoleh,” jelas Amin.
“Saat korban menghubungi tersangka, ia ditanyakan kesiapan menerima hadiah mobil, jika bersedia maka harus menyelesaikan biaya administrasi,” tambahnya.

Barang bukti kasus itu, diantaranya uang tunai Rp108 juta, satu buah E-KTP Kabupaten Sidenreng Rappang atas nama Amri, serta 11 unit Hp yakni 4 Nokia dan tujuh unit Smartfren. Kemudian 40 buah Sim Card provider Telkomsel, satu buah buku tabungan BNI Cabang Pare-Pare nomor rekening 0205700054 atas nama Fatmawati dan sejumlah buku panduan informasi bisnis. AGK

  
Item #18902-41409 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #