Selamat Datang di HarianMercusuar.Com >>> Korannya Rakyat Sulawesi Tengah >>> Terbit Sejak 1 September 1962 >>> Pendiri: Drs H Rusdy Toana (alm) >>> Pimpinan Umum Perusahaan : Tri Putra Toana
Home | Paling Dicari | Pengumuman | Tentang Kami | Redaksi | Hubungi Kami
Kategori Berita
 
Berita Utama (4728)   Daerah   Ekonomi Hukum & Kriminal (2026)   KOMUNITAS Kota Palu (15718)   Opini Pendidikan (2581)Politik (3126)Sekolah (643)   Serba Serbi Ramadhan   Sport Sulteng Membangun (1820)UNIVERSITARIA (638) Semua Kategori 44837  
 
 
   Berita Selengkapnya
 
 
Peta Pertarungan Di Pilkada Sigi (1)

Memprediksi Langkah Politik Golkar

TAHAPAN Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sigi 2010 hingga kini belum jelas, namun sejumlah partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2009 mulai tancap gas. Eskalasi pergerakan dan manuver politik politisi lokal dan parpolnya menjadi semakin menarik untuk dicermati. Peta pertarungan di Pilkada Sigi pun diprediksi tak kalah seru dibanding Pilkada lainnya di Sulawesi Tengah. Berikut pendapat politisi ke Mercusuar.


Laporan: Moechtar Mahyuddin

Sampai saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi belum terbentuk. Untuk merampungkan tugas dan kewenangan pembentukan DPRD (Dekab) Sigi, KPU Kabupaten Donggala dan KPU Provinsi masih menunggu terbitnya Peraturan KPU Pusat tentang pengisian keanggotaan DPRD kabupaten/kota.
Selain itu, saat ini pun belum ada kejelasan tentang pembentukan KPU Sigi selaku penyelenggara Pilkada di kabupaten bungsu dimekarkan itu. Tak heran jika bicara soal Pilkada Sigi, realitas ini yang membuat sejumlah Parpol peserta Pemilu 2009 tak mau buru-buru menentukan sikapnya. Masing-masing Parpol masih menunggu dan melihat situasi sebelum resmi menentukan sikap.
Kalaupun mulai bergerak, yang bisa dilakukan hanya pada tahapan mengalkulasikan sendiri perolehan suara dan kemungkinan perolehan kursi di legislatif Sigi. Tapi, kalaupun mau lebih maju, langkah politik yang dilakukan baru sebatas menggalang koalisi Parpol guna mencapai perolehan suara 15 persen, sehingga memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati sesuai amanat Undang-Undang. Namun, dísela-sela dua langkah politik itu, ada pula yang sudah mulai menggalang kekuatan dari bawah dan mengklaim sudah miliki dukungan dari koalisi Parpol.
Mengacu pada perolehan suara pada pemilu legistatif (Pileg) 2009, banyak kalangan memprediksikan hanya akan ada dua Parpol saja yang bisa mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tanpa berkoalisi dengan parpol lainnya. Sebut saja Partai Golkar yang diprediksi bisa memiliki enam atau tujuh kursi dari 30 kursi di DPRD Sigi. Berarti Partai Golkar akan lebih “santai” melenggang untuk menelorkan pasangan kandidatnya.
Ada pula yang memprediksikan, kalaupun Partai Golkar membuka peluang koalisi dengan parpol lainnya, kemungkinan yang akan merapat di antaranya Partai Hanura yang saat ini dipimpin Ali Hanafi Ponulele. Selain itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Bintang Reformasi (PBR) diprediksi akan punya kecenderungan merapat ke Partai Golkar. Jika ini terealisasi, dapat dipastikan perebutan posisi bakal calon Wakil Bupati Sigi yang akan disusung Partai Golkar akan semakin alot.
“Meskipun Partai Golkar menjadi pemenang Pileg 2009 di daerah pemilihan Donggala, termasuk Sigi, tapi kami belum pernah membicarakan secara khusus menyangkut Pilkada Sigi. Selain masih menunggu pembentukan DPRD Sigi, kami masih berkonsentrasi pada konsolidasi internal partai. Makanya masih terlalu dini membicarakan soal Pilkada Sigi,” kata Arena Jaya Rahmat Parampasi, Ketua DPD Golkar Sigi.
Pernyataan Arena ini memperkokoh pernyataan politik Ketua DPD Partai Golkar Sulteng, Prof Aminuddin Ponulele. Politisi senior yang juga mantan Gubernur ini dengan tegas menyatakan Partai Golkar tak mau terburu-buru menentukan sikap terkait Pilkada Sigi. “Kami belum tentukan sikap. Masih terlalu lama waktunya, Pilkada Sigi mungkin enam hingga tujuh bulan lagi baru dilaksanakan. Kalau sudah punya sikap dari sekarang, bisa-bisa kemasukan angin dan itu akan merugikan Golkar,” tandas mantan rektor Untad itu.
Walaupun belum menentukan sikap, dapat dipastikan bahwa Golkar menjadi satu-satunya Parpol saat ini yang paling siap menghadapi Pilkada Sigi. Bukan itu saja, partai yang sukses mengantar kadernya menang pada Pilkada Donggala 2008 itu, sudah punya perencanaan matang serta strategi untuk kembali menang di wilayah Sigi. Pada Pilkada Donggala lalu, wilayah Sigi masih masuk dalam Dapil Donggala. Partai Golkar yang saat itu mengusung pasangan Habir Ponulele-Ali Lasamaulu unggul dengan perolehan suara mencapai 56 ribu atau sekira 54 persen dari 135 ribu pemilih yang adfa di 15 kecamatan di wilayah Sigi.
Tak heran pula, jika banyak kalangan mulai memprediksikan bahwa sesungguhnya saat ini Golkar sudah mengantongi beberapa nama yang layak menjadi figur kandidat Bupati dan Wakil Bupati Sigi. Bahkan dapat dipetakan sejumlah figur yang akan meramaikan bursa calon Bupati Golkar diantaranya, Sidik Ponulele (Ketua DPRD Palu), Anwar Ponulele (Kepala BPMD Sulteng), Ridwan Yalidjama (Ketua DPRD Donggala), Arena Jaya Rahmat Parampasi (Ketua DPD Partai Golkar Sigi), Robby Taro (Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sigi) dan Ali Hanafi Ponulele.
Sedangkan untuk posisi bakal calon Wakil Bupati, sejumlah nama yang mengemuka diantaranya, Hj. Gamar Lapasere (Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sigi), Ir. Aswadin (Kadis Kimpraswil & PU Sigi), Husen Habibu, M. Agus Lamakarate (Sekretaris Bappeda Sigi), Budi Luhur Larengi (anggota DPRD Donggala).
Sementara itu, jika mencermati langkah dan manuver politik yang ditengarai mulai dilakoni beberapa kader muda Golkar saat ini, diprediksi akan terjadi perubahan peta koalisi maupun kecenderungan pasangan kandidat yang akan diusung Golkar di Pilkada Sigi. Langkah dan manuver politik tersebut akan mempengaruhi alotnya pengambilan keputusan dalam Rapat Pimpinan Daerah Khusus (Rapimdasus) Golkar Sigi.
Tengok saja sikap politik yang dimiliki Ridwan Yalidjama. Kader Golkar dari kalangan muda ini digadang-gadang akan tetap ikut bertarung dalam bursa calon Bupati dari Golkar. Bahkan dirinya meyakini masih memiliki peluang besar untuk menjadi calon Bupati yang akan diusung partai Beringin rimbun itu. Sikap politik ini tak bisa dianggap remeh, mengingat kapasitas dan reputasi Ridwan masih memiliki kekuatan basis di sebagian besar pengurus kecamatan (PK) Golkar yang ada di wilayah Sigi.
Jika Ridwan mampu merebut dukungan suara signifikan dalam Rapimdasus Partai Golkar, tentu hal ini akan mempengaruhi kecenderungan koalisi parpol yang akan dimotori Golkar. Bisa jadi koalisi tersebut akan menjadi koalisi Parpol terbesar dalam Pilkada Sigi, mengingat saat ini Ridwan telah mendapat dukungan dari koalisi sembilan Parpol, yakni Partai Barnas, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Gerindra, RepublikaN, Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Pelopor dan PNI Marhaenis. Kekuatan koalisi besar ini akan menjadi warning bagi parpol lainnya untuk bekerja ekstra keras jika ingin menang di Pilkada Sigi.
Apapun langkah dan manuver politik yang dilakoni, semuanya tergantung pada hasil pertarungan di Rapimdasus Partai Golkar nantinya. Rapimdasus ini menjadi satu-satunya forum resmi yang memiliki mandat menentukan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Partai Golkar di Pilkada Sigi.
Pertarungan dalam Rapimdasus ini pun akan melibatkan 15 Pengurus Kecamatan (PK), para pengurus DPD Partai Golkar Sigi dan sejumlah politisi kawakan di DPD Partai Golkar Sulteng. Wajar saja jika saat ini DPD Partai Golkar Sigi menyatakan masih berkonsentrasi pada konsolidasi di tingkat PK dan DPD II. Bisa jadi konsolidasi yang dimaksud juga mengarah pada persiapan untuk mewarnai proses Rapimdasus nantinya. ***

  
Item #44384-44883 | Semua Kategori
first | prev | next | last | go to item #